KM Bali Permai Hilang 1 Bulan, Natalius Pigai Sesalkan Sikap “Diam” Pemerintah

BERITA, JAKARTA – KM Bali Permai dikabarkan hilang kontak dengan membawa 18 Anak Buah Kapal (ABK) pada 30 Juli 2021 di lokasi operasi penangkapan Ikan Samudera Hindia

Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai yang mengaku menerima laporan dari keluarga korban, ia menyesalkan sikap perusahaan dan pemerintah yang belum menyampaikan peristiwa besar ini kepada publik.

“KM Bali Permai mengalami lost contact dari sistem monitor (VMS) tanggal 30 Juli 2021 di lokasi operasi penangkapan Ikan Samudera Hindia dengan Radial 210 dan jarak 1.471 Km dari Kansar Denpasar,” ucap Natalius Pigai dalam keterangannya

Natalius Pigai menilai nampaknya pemerintah dan pihak perusahan terkesan sembunyikan dan mendiamkan peristiwa ini. Berbeda dengan peristiwa serupa selama ini, dimana Basarnas dan Pemerintah mengumumkan ke publik dan mobilisasi secara masal bagi upaya pencarian.

“Pihak keluarga korban belum pernah dihubungi. Surat dari pihak Perusahan baru tiba tanggal 4 September 2021 satu bulan setelah Kapal dinyatakan lost contact. Sebagai pembela kemanusiaan, Kami minta penjelasan terbuka ke rakyat Indonesia, mengapa Pemerintah dan Perusahan terkesan menyembunyikan peristiwa besar yang menimba 18 Warga Negara Indoneia dan Kapalnya,” tanya dia.

Sebabnya Natalius Pigai meminta penjelasan secara terbuka antara lain, pertama, mengapa peristiwa besar tersebut tidak diumumkan oleh Pemerintah agar mendapat perhatian publik.

Kedua, mengapa rakyat Indonesia tidak pernah mengentahui mobilisasi sumber daya penyelematan atau pencarian. Ketiga, mengapa satu media cetak, elektronik atau bahkan running text di televisi saja tidak pernah ada.

“Mengapa kepada keluarga korban baru disampaikan pada tanggal 4 September 2021 yakni 1 bulan setelah Kapal tersebut dinyatakan lost contact,” tuturnya.

Kelima, tanya dia mengapa Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menkomarves tidak melakukan upaya koordinasi, padahal Deputi Bidang koordinasi Kelautan dan Maritim sudah mengetahui peristiwa tersebut.

“Keenam, apa yang terjadi antara pihak perusahan dan Basarnas, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan,” tanya dia heran

Sementara itu, Dita Aditya, Kakak Kandung dari ABK atas nama Sabillah menyampaikan rasa kekecewaan terhadap PT Putra Jaya Kota yang dianggap lalai terhadap keselamatan ABK KM 169.

Bayangkan saja, kami keluarga ABK menerima surat pemberitahuan tanggal 4 September 2021, sementara surat itu ditandatangani tanggal 30 Juli 2021. Masa iya pengiriman surat sampai satu bulan lamanya. Cetus Dita

“Kami mendesak Perusahaan untuk bertanggungjawab dan meminta perhatian pemerintah untuk turun tangan atas musibah ini demi keselamatan 18 ABK Bali Permai 169 yang merupakan Warga Negara Republik Indonesia” Tandas Dita Aditya 

Berikut nama ABK KM Bali Permai 169:

1. Musahwi
2. Khoirun Zarwan
3. Eko Erwanto
4. Ariyanto
5. Kiki Ridwan
6. Handoko
7. Kharisma Wibawa Taqwa
8. Muhammad Nurcahyo
9. Diki Nugraha
10. Alien Rusian
11. Alfian Rihlah Phayadi
12. Andriyanto
13. Pahru Faturohman
14. Rifal Risdianto
15. Sabillah
16. Fahril Paputungan
17. Abdul Halil
18. Junaidi

(ASA | RED)