Tampung 57 Pegawai Pecatan KPK, Ken Setiawan: Bukti POLRI Tak Serius Tangani Radikalisme

LAMPUNG, Berita Raya – Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan sebelumnya angkat bicara terkait fenomena Polri Cinta Sunnah yang menjadi polemik dimasyarakat, karena otomatis kalau ada cinta sunah otomatis nanti ada istilah lawan yaitu Polri Cinta Bid’ah.

Bakal seru bila antara anggota Polisi sudah saling membid’ahkan” Ujar Ken dalam keterangan tertulis kepada redaksi

Ken juga menyoroti 57 pecatan pegawai KPK yang ditarik POLRI yang dinilai mencederai hati nurani masyarakat.

“Di KPK itu mereka dibuang tidak terhormat seperti sampah karena tidak lolos tes wawasan kebangsaan, bahkan mereka dipecat tanpa pesangon dan tanpa pensiunan, tapi ini kok malah ditampung Polri yang notabene di KPK dipecat karena bermasalah dengan nilai nilai kebangsaan. Seolah olah keputusan KPK memecat mereka adalah keputusan yang salah. Padahal mereka terbukti di meja kerjanya ditemukan bendera HTI yang jelas merupakan ormas terlarang.” Ungkap Ken dalam keterangan tertulis kepada redaksi

Tambahnya, Jadi ada image seolah seleksi TWK pegawai KPK yang melibatkan BIN dan BNPT itu salah, dan kedepan untuk masuk Polri tak perlu wawasan kebangsaan, eks anggota atau simpatisan HTI pun bisa masuk Polri.

“Mungkin bakal ada pemandangan menarik bila didalam kantor Mabes Polri ada bendera HTI dimeja kerja mereka seperti kejadian saat mereka di KPK” ungkap Ken

Ken menghawatirkan Presiden dan lembaga negara serta penegak hukum sepertinya telah kehilangan wibawa karena tidak serius menangani persoalan radikalisme. (RED | RED)