Beredar Isu Pungli, N Sebut Ada Salah Satu Lembaga Yang Tidak Tau Visi Misinya

Pandeglang – Belakangan ini viral adanya keluhan masyarkat Desa Gombong yang mengeluhkan adanya dugaan pungli uang ganti untung penggusuran lahan yang akan digunakan Tol Serang – Panimbang seksi 3 (Cileles – Panimbang) yang dilakukan oleh oknum kepala Desa berinisial (M) terhadap (E) dan (ED) warga Kampung pelopor Desa Gombong Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.

Begini ungkap (M) Selaku kepala Desa Kepada awak media, Saya selaku kepala Desa Gombong akan mengundang masyarakat Desa Gombong yang menyatakan adanya permintaan sejumlah uang oleh kepala Desa saya kira ini ada ke salah pahaman saja saya sudah mengirimkan orang untuk berkomunikasi dengan masyarakat dan salah satu BPD Desa Gombong untuk segera membuat agenda pertemuan secara terbuka karena ini akan menyebabkan kegaduhan yang belum jelas duduk persoalannya,

Masih ungkapnya, Saya pastikan tidak ada masyarakat yang di pungut biaya apapun seperti isu yang beredar belakangan ini, Bahkan saya saja kaget tiba-tiba beredar pemberitaan menyebutkan adanya dugaan tersebut karena saya sendiri bersama staf dan aparatur Desa yang selalu mensosialisasikan kepada seluruh warga masyarakat yang ada di Desa Gombong jangan sampai ada masyarakat yang merasa dirugikan kalo ada sampaikan ke pemerintahan Desa agar tidak ada yang di rugikan dari pihak manapun dan dapat haknya masing-masing

Di tempat terpisah awak media berhasil mendengar perbincangan antara 3 orang utusan kepala Desa dan beberapa orang yang hadir di kediaman (P) yang ada di Kampung Pelopor, (N)  dengan nada tinggi terdengar mengucapkan, Saya ingin menegaskan kepada kepala Desa agar tau tupoksinya saya hanya ingin meminta sila ke Lima karena saya dengar kepala Desa mengancam masyarakat saya minta kepa bapak yang di tugaskan yang hadir di sini masalah ini bukan sama bapak-bapak ini tapi sama orang satu itu sampaikan kepada beliau datang langsung kepada masyarakat dan aka ln berhadapan dengan saya.

Lanjutnya, Adapun masyarakat menerima atau tidaknya kembali lagi kepada masyarakat,

“Saya membuat masyarakat agar tau hukum, Mamat itu tau hukum saya tau dia siapa tapi sayang hukum yang dia kapasitas dia tida tau betul dengan visi misinya mohon maaf lembaga lembaga yang lain saya sampe kemaren singgung, Apa visi misi ada mohon maaf diam orang itu, “Menginspirasikan tidak ada Nol, Saya bisa saja pake lembaga cuma ini masyarakat sendiri yang melaporkan¬† saya hanya mendampingi.

Encep menambahkan di tempat terpisah, Saya tidak melaporkan saya memang berkata apa adanya kepada siapapun adapun keluhan saya kepada siapapun yah itu apa adanya, Saya tidak punya benci dendam kepada siapapun walupun saya di kecewakan, Dan pernyataan yang saya ucapkan kepada media bahwa saya kasih uang 25.000.000 (Dua Puluh Lima Juta Rupiah) sesuai janji (NA) sama kepala Desa yang saya dukung tapi setelah (NA) di BAP saya baru tau ternyata katanya yang dikasih ke Pak Kades cuma 24.000.000 (Dua Puluh Empat Juta Rupiah) yah saya g tau apa-apa,

Masih ujarnya, Kalo kepala Desa mau ketemu dan mau minta maaf saya mau aja tapi saya takut disalahkan teman teman saya (R) Juga (N) karena yang ngajak saya mereka.

(R) juga memberikan jawabannya melalui Aplikasi WhastApp kepada awak media, Pertemuan di rumah Pardi itu ada 3 orang yang mengaku utusan Kepala Desa tidak ada pertemuan formal baik dari pihak masyarakat maupun dari pihak pendamping Saya selaku BPD akan mempertemukan masyarakat dengan kepala desa dan saya berterimakasih atas kehadiran ibu Novi Tutupnya. (ROH | RED)

Komentar