Tutup Iklan
Olahraga

Pecah Telor, Banten Raih Emas Pertama dari Muay Thai Putri 43 Kg

83
×

Pecah Telor, Banten Raih Emas Pertama dari Muay Thai Putri 43 Kg

Sebarkan artikel ini

JAYAPURA, Berita Raya – Medali emas pertama berhasil diraih kontingen Banten pada PON XX Papua dari cabang Muay Thai 43 Kg Tarung Putri, Minggu (3/10) sore waktu setempat. Medali emas tersebut diraih setelah atlet muay thai putri Banten, Mia Amalia, berhasil mengkandaskan lawannya, atlet tuan rumah Papua, Paola Renadi Saeuke di partai final yang digelar di GOR STT GIDI Sentani, Jayapura.

“Alhamdulillah atlet putri muaythai Banten dapat medali emas,” tulis akun Instagram Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, @andikahazrumyoffocial dalam postingannya.

Berita Ini Di Sponsorin Oleh :
Scroll Ke Bawah Untuk Lihat Konten
Photo : IST

Dalam postingan tersebut terlihat video Mia Amalia histeris meluapkan rasa bahagianya saat menghampiri Andika dan istri, Adde Rossi Choerunnisa, yang menonton laga tersebut di tribun penonton.

Tampak Mia yang berkalungkan bendera Provinsi Banten menangis haru dalam pelukan Adde yang biasa disapa Aci tersebut. Andika juga tampak emosional menahan haru sebelum akhirnya mendapat kesempatan memeluk Ami.

“Selamat, selamat. Alhamdulillah,” kata Andika seraya meminta Ami untuk bersalaman dan mengucapkan terima kasih kepada Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo yang juga ikut menonton laga tersebut bersama Andika.

Dihubungi dari Serang via telepon, Andika mengaku sangat senang dengan perolehan medali emas pertama tersebut. Menurut Andika Ami pantas mendapatkan medali emas mengingat Ami mendominasi lawannya selama pertandingan berlangsung.

Lebih lanjut Andika mengatakan dirinya mewakili seluruh kontingen Banten mengucapkan terima kasih atas doa dan dorongan semangat warga Banten yang di antaranya tercermin dari komentar-komentar yang membanjiri kolom komentar postingan akun Instagramnya. “Tentu saya juga berterima kasih kepada seluruh official dan tim pelatih muay thai Banten dan pengurus cabor (cabang olahraga) muaythai Banten dan KONI Banten. Karena ini adalah berkat usaha yang mereka lakukan selama persiapan sampai hari ini,” papar Andika.

Andika berharap, dengan perolehan emas di cabor muay thai ini, kontingen Banten dapat meraih prestasi serupa dari cabor-cabor lainnya. “Kemenangan ini menjadi semacam penyemangat untuk kontinge Banten yang berlaga di final pada cabor lainnya,” imbuhnya.

Lebih jauh Andika juga mengungkapkan bahwa tim Baseball Banten juga berhasil meraih medali perunggu setelah kalah dari tim Baseball Jawa Barat di partai final yang digelar pada hari yang sama.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Okah Raga Ahmad Syaukani mengatakan, Dengan perolehan emas pertama, akan mampu memompa semangat atlet-atlet lain yang akan turun dan berjuang untuk mempersembahkan prestasi terbaik untuk Provinsi di ujung barat di Pulau Jawa ini.

Syaukani mengatakan, ada beberapa cabang olah raga yang berpeluang mempersembahkan emas untuk Banten. Beberapa cabang yang berpeluang menambah perbendaharaan medali emas antara lain, angkat besi, catur, gantole, terbang layang, paralayang dan binaraga.

“Ada beberapa cabang yang berpeluang meraih emas. Mudah-mudahan bisa menyumbangkan medali emas lagi untuk Banten,” ungkapnya.

Ditanya tentang persiapan tim sebelum diterjunkan pada arena PON Papua, Syaukani mengatakan, atlet sudah ditempa dalam tahapan pelatda. Mereka dipersiapkan secara intensif selama sekitar enam bulan. Para atlet sangat serius mempersiapkan diri menghadapi PON Papua, di bawah arahan para pelatih profesional. (RED | RED)