Tutup Iklan
Nasional

Relawan Ke Pansel KPU RI: Jangan Salah Pilih Calon Anggota Komisioner Yang Paham Radikalisme.

×

Relawan Ke Pansel KPU RI: Jangan Salah Pilih Calon Anggota Komisioner Yang Paham Radikalisme.

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, BERITARAYA.ID – Kornas-Jokowi selaku pendukung yang turut berjuang mengawal demokrasi pada pesta pemilihan umum baik Presiden dan Legislatif tahun 2014 dan 2019 memberikan warning kepada pantiai seleksi (Pansel) KPU RI.

Pasalnya Kornas-Jokowi menilai jangan sampai kecolongan ada calon anggota KPU RI Periode 2022-2027 adalah orang-orang yang berlatangbekakang paham radikalisme. Sehingga diperlukan prinsip kehati-hatian dalam proses seleksi sejak awal, baik secara administratif dan wawasan kebangsaan.

Berita Ini Di Sponsorin Oleh :
Scroll Ke Bawah Untuk Lihat Konten

“Saya kira penting sejak proses awal rekrutmen untuk menentukan arah bangsa ke depan. Salahsatu titik awalnya adalah, ada pada panitia seleksi anggota KPU RI. Sebab kami berpendapat kalau tim Pansel tidak berhati-hati, bisa-bisa salah dalam merekomendasikan. Singkatnya, jangan sampai anggota KPU RI nanti ke depan orang-orang yang memiliki paham radikalisme,” ujar Sekjen Kornas-Jokowi, Akhrom Saleh dalam rilisnya, Selasa 4 Des 2022.

Maka lanjut Akhrom, proses seleksi bukan hanya kualitas dan kemampuan komisoner KPU dalam menyelenggarakan pemilu. Namun juga anggota komisoner kelak harus memiliki integritas yang pula memiliki wawasan kebangsaan. Oleh sebab itu pentingnya proses rekrutmen agar tidak salah dalam menentukan rekomendasi siapa anggota komisioner KPU kelak.

“Karena anggota komisioner yang terpilih ini kan nanti punya tupoksi, yang salahsatunya menentukan syarat-syarat kriteria pemimpin atau calon legislatif ke depan, baik pada tingkatan Kabupaten, Kota, provinsi hingga nasional. Untuk itu, pentingnya Pansel diingatkan untuk meloloskan orang-orang yang memiliki wawasan kebangsaan. Sebab, para anggota KPU yang terpilih akan menentukan para calon pemimpin yang ikut dalam pertandingan demokrasi. Makanya jangan sampai anggota KPU terpilih berlatarbelakang paham radikal, akibatnya bisa fatal. Misalnya dari yang terkecil anggota komisioner KPU yang terpilih bisa-bisa meloloskan calon pemimpin yang enggak hafal Pancasila,” papar Akhrom.

Maka dari itu pihaknya menegaskan, panitia seleksi KPU RI bukan hanya memiliki tanggungjawab tugasnya sebatas panitia seleksi saja, melainkan juga tanggungjawab moral kepada bangsa dan negara untuk menentukan siapa saja Anggota komisioner KPU yang direkomendasikan.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa panitia seleksi KPU agar mempertimbangkan keterwakilan daerah, baik dari Indonesia Bagian Barat, Tengah dan Indonesia Bagian Timur.

“Tentu menurut kami Kornas-Jokowi hal itu penting sebagai bahan pertimbangan, Apalagi hemat kami, keterwakilan dari Indonesia Timur selama ini kurang terdengar. Jadi patut sebagai bahan pertimbangan,” tutup Akhrom.